Sabtu, 29 Februari 2020

Jalan Jalan ke Museum

Hello Guys
Jadi Weekend kali ini saya dan teman teman saya pergi ke Museum museum yang ada di Jakarta.


Sabtu ini saya pergi ke Museum Seni Rupa dan Monumen Nasional.Awalnya kita udah ngatur schedule kalo sabtu ini kita bakal ke Museum Seni Rupa,Museum Nasional dan Perpustakaan tapi waktu abis dari Museum Seni Rupa kita salah masuk Bus Tingkat jadinya nyasar nya ke Masjid Istiqlal.

Pada saat itu Masjid Istiqlal sedang dilakukan Renovasi jadi kita pergi ke Monas yang tidak jauh dari situ.Kita ke Monas dengan jalan kaki dan dibantu dengan google maps sebagai petunjuk arah.
Sesampainya di Monas kita masuk ke dalam Museum yang ada di Monas namanya Museum Sejarah Nasional.

Disana juga kita membuat vlog untuk tugas 15 Museum.Nah hari semakin sore dan cuaca juga tidak terlalu cerah akhirnya kita pulang dengan memnggunakan Bus tingkat.

Oke sekian dari weekend kali ini,sampai jumpa di blog selanjutnya

Minggu, 23 Februari 2020

Mall Gajah Mada Plaza

Hello guys
welcome back to my blog.

Jadi liburan minggu ini saya dan teman teman nonton bioskop yang berjudul Milea.Sebenarnya film Milea ini sudah tayang seminggu lalu guys.Sebelum film Milea ini tayang,saya juga sudah nontoN Dilan yang pertama dan kedua.Bagi kalian yang sudah nonton pasti tau dong alur ceritanya hehe

Selain nonton bioskop,saya juga membuat tugas vlog di sekitar Mall GM.Sebelumnya kita sudah membeli tiket nontonnya dan kita ada waktu 30 menit untuk membuat vlog akhirnya saya dan teman saya ini keliling Mall GM.

Di Mall ini ada Time zone nya loh jadi vlog kita ini diisi dengan keseruan bermain Timezone di GM.
Setelah 15 menit membuat vlog kita kembali lagi ke tempat bioskopnya.Kita menunggu 5 menit dan akhirnya kita dipersilahkan masuk deh ke studio nya.

Setelah nonton kita pergi ke Hypemart karna merasa lapar wkwk...
Habis itu kita duduk sambil mengobrol dengan yang lain.Waktu sudah sore akhirnya kita pulang kerumah masing masing.

Nah sampai jumpa di blog selanjutnya ya.
Terima kasih.

Sabtu, 15 Februari 2020

Review Kegiatan di Sekolah



Hello guys...
Welcome to My Blog

Gimana sekolahnya selama seminggu ini?
Seru dan menyenangkan buka
Di Blog kali ini saya mau sedikit cerita tentang seminggu di sekolah.



 Minggu ini saya merasakan adanya ketegangan selama sekolah wkwk
Kenapa? karna wali kelas saya sedang kecewa dengan beberapa murid dikelas,sehingga semua teman temannya menjadi lampiasan deh.BTW wali kelas saya juga ulang tahun di minggu ini,niatnya sih mau ngasih suprise tapiiii....Malah kita yang kena suprise hehe.

Mau tau suprise dari wali kelas saya?
Yap dia datang ke kelas dengan penuh emosi,lalu melempar buku buku yang ada.SEREM KAAAN?
Oke biar gak salah paham,jadi tuh wali kelas saya ini emang suka moodyan jadiya sekalinya marah serem benerr.Tapi kalo lagi baik,baik bangeeettttt.

Dengan begitu kita sebagai murid muridnya tidak lupa dengan hari ultah wali kelas kita ini.Akhirnya kita merayakan nya setelah wali kelas saya ini mood nya sudah baik.

Minggu, 09 Februari 2020

Apa itu Blogger


Hello guys
Welcome to my blog

Seperti biasa,saya menulis blog untuk tugas mingguan.Dan karna tugas blog ini membuat saya makin suka menulis.

Blog ini dibuat untuk kalian yang suka menulis,membagikan informasi,memberi kabar berita dan yang lainnya.

Selain itu cara membuat blog juga sangat mudah loh,kita hanya mendaftar Blog yang akan kita buat dengan Email kita.

Blog ini sangat bermanfaat sekali,apalagi dengan seiring perkembangnnya dunia tekhnologi.

Selain itu,Blog bisa menghasilkan uang bagi para penulis.Cocok banget nih buat kalian yang masih pelajar apalagi kalian suka menulis atau berbagi informasi lewat internet.Kalian bisa gunakan kuota internet kalian buat menulis blog loh.

Menulis blog juga dapat melatih ke kreatifitasan otak kita.Seru kaaan?

Kenapasi harus blog?

Because orang orang sekarang lebih tertarik membaca berita lewat internet daripada menonton tv.Maka dari itu internet lebih sering digunakan oleh orang orang.

Nah modalnya cuma satu,kamu harus punya kuota dulu oke.

See u the next blog

Xie xie

Senin, 03 Februari 2020

Referensi Tempat PKL


Hello guys
Welcome back to my blog

Praktek Kerja Lapangan (PKL)
Jadi sebelum PKL,saya yang sekolah di Pariwisata mencari referensi tempat magang atau PKL di sekitar Jakarta.Saya memilih untuk PKL di Museum dan Kantor Travel.

Museum yang saya pilih untuk tempat PKL adalah:

1.Museum Kesejarahan Jakarta


2.Museum Seni Rupa dan Keramik


3.Museum Bahari


4.Perpustakaan Nasional


Selain di Museum,saya memilih Kantor Travel yang menerima PKL.Seperti kantor travel umroh atau yang lainnya,yaitu..

Kantor Travel Umroh



Kenapa saya memilih Museum tersebut dan Kantor Travel?

Karena menurut saya,PKL yang cocok untuk SMK ya disekitar Museum atau Kantor Travel.Di Museum kita hanya mengguide tempat tempat yang ada di museum kepada pengunjung dan memberi tahu sejarah sejarah museum tersebut.Sedangkan di Kantor Travel kita bisa mengatur ticketing untuk perjalanan customer.Nah selain itu kita juga harus mengetahui bagaimana cara mengurus ticketing dan mengguide pengunjung yang datang di museum.

Motivasi memilih tempat PKL di Museum dan Kantor Travel yaituu..

Karna saya termotivasi dari kakak kelas yang sedang PKL dan menurut saya PKL di Museum juga tidak terlalu sulit.

Harapan pekerjaan di masa depan?

Harapan saya untuk dimasa depan,semoga saya mendapat job yang bagus dan baik daripada saat saya magang.Dan dapat melaksanakan pekerjaan tersebut sesuai kemampuan saya.


Sekian dan Terima kasih.

Minggu, 02 Februari 2020

Info Jakarta


Hello guys..
Welcome back to my blog

Gimana weekend nya?
Pasti kurang menyenangkan ya? Karna 2 hari ini cuaca tidak mendukung kita buat pergi kemana mana yakaaaann...



Akibat hujan deras selama 2 hari,Kota Jakarta kembali digenangi banjir di beberapa daerah.

Kesel gak sih?
Aktifitas kita jadi terganggu,angkutan umum banyak yang tidak beroperasi,dan kemacetan dimanaa mana.

Dimana ajasih daerah daerah yang terkena banjir di kota Jakarta?
Menurut hasil laporan @jktinfo daerah yang tergenang banjir adalah:
-Danau Sunter
-ITC Cempaka Mas
-Sunter Agung Tj Priuk Jakarta Utara
-Halte Busway Sunter Kelapa Gading
-Sawah Besar
-Pangeran Jayakarta
-ITC Mangga 2

Dan mungkin masih banyak lagi daerah yang tergenang banjir yang belum diketahuin oleh orang banyak.

So,berhati hatilah saat berkendara.
Ikuti peraturan lalu lintas dimana pun ya guys.

Oke see you the next blog.

Terima Kasih.

Kamis, 30 Januari 2020

Geger Pecinan

GEGER PECINAN


Menurut video Youtube yang kami lihat, yang berjudul "Melawan Lupa -Geger Pacinan"
Geger Pacinan  atau Tragedi Angke, Dalam bahasa Belanda "Chinezenmoord" yang berarti "Pembunuhan orang Tionghoa" merupakan sebuah pogrom terhadap orang keturunan Tionghoa di kota pelabuhan Batavia, Hindia Belanda. Kekerasan dalam batas kota berlangsung dari 9 Oktober-22 Oktober 1740, sedangkan berbagai pertempuran kecil terjadi hingga akhir November di tahun yang sama.

Pada periode awal kolonialisasi Hindia Belanda oleh Belanda, banyak orang keturunan tionghoa dijadikan tukang dalam pembangunan kota Batavia di pesisir barat laut pulau Jawa mereka juga bertugas sebagai pedagang, buruh di pabrik gula, serta pemilik toko.

Setelah berbagai kelompok buruh pabrik gula keturunan Tionghoa memberontak, dengan menggunakan senjata yang dibuat sendiri untuk menjarah dan membakar pabrik, ratusan orang Tionghoa.Pada tanggal 25 Oktober, setelah hampir dua minggu adanya pertempuran kecil, 500 orang Tionghoa bersenjata berangkat menuju Cadouwang (kini Angke), tetapi dihalau oleh kavaleri di bawah pimpinan Ridmeester Christoffel Moll.

Perintah untuk gencatan senjata diterima Crummel pada tanggal 2 November. Penjarahan berlangsung sampai tanggal 28 November, dan pasukan pribumi terakhir dibebastugaskan pada akhir bulan itu.

Belanda mulai menembakkan meriam ke arah rumah orang Tionghoa, sehingga rumah-rumah tersebut terbakar. Beberapa orang Tionghoa tewas di rumah mereka, sementara yang lainnya ditembak saat keluar dari rumah atau melakukan bunuh diri.

Sebelum adanya voc etis-etis tionghoa dan etis-etis lainnya dulunya saling bahu-membahu. Setelah berbagai kelompok buruh pabrik gula keturunan Tionghoa memberontak, dengan menggunakan senjata yang dibuat sendiri untuk menjarah dan membakar pabrik, ratusan orang Tionghoa, yang diduga dipimpin Kapitan Cina Ni Hoe Kong, membunuh 50 pasukan Belanda di Meester Cornelis (kini Jatinegara) dan Tanah Abang pada tanggal 7 Oktober. Untuk menanggapi serangan ini, pemimpin Belanda mengirim 1.800 pasukan tetap yang ditemani schutterij (milisi) dan sebelas batalyon wajib militer untuk menghentikan pemberontakan; mereka melaksanakan jam malam dan membatalkan perayaan Tionghoa yang sudah dijadwalkan karena takut bahwa orang Tionghoa akan berkomplot pada malam hari, yang tinggal di dalam batas kota dilarang menyalakan lilin dan disuruh menyerahkan semua barang, hingga pisau paling kecil sekalipun. Pada hari berikutnya, pasukan Belanda berhasil menangkis suatu serangan dari hampir 10.000 orang Tionghoa, yang dipimpin oleh kelompok dari Tangerang dan Bekasi, di tembok kota Raffles mencatat sebanyak 1.789 warga keturunan Tionghoa meninggal dalam serangan ini. Untuk menanggapi serangan ini, Valckenier kembali mengadakan pertemuan Dewan Hindia pada tanggal 9 Oktober.

Sementara, gosip mulai tersebar dalam kelompok etnis lain, termasuk budak dari Bali dan Sulawesi serta pasukan Bugis dan Bali, bahwa orang Tionghoa berencana membunuh atau memerkosa orang pribumi, atau menjadikan mereka sebagai budak. Untuk mencegah hal tersebut, kelompok-kelompok ini mulai membakar rumah-rumah milik orang Tionghoa di sepanjang Kali Besar. Ini disusul oleh serangan Belanda terhadap tempat tinggal orang Tionghoa di Batavia. Politikus Belanda yang anti-kolonis W.R. van Hoƫvell menulis bahwa "wanita hamil dan yang sedang menyusui, anak kecil, dan para pria gaek jatuh dalam serangan. Tahanan dibantai seperti domba."

Pasukan di bawah pimpinan Letnan Hermanus van Suchtelen dan Kapten Jan van Oosten, seorang serdadu Belanda yang selamat dari serangan di Tanah Abang, mengambil posisi di daerah pecinan: Suchtelen dan pasukannya menempatkan diri di pasar burung, sementara pasukan van Oosten mendapatkan pos dekat kanal. Sekitar pukul 17.00pm. Serdadu Belanda mulai menembakkan meriam ke arah rumah orang Tionghoa, sehingga rumah-rumah tersebut terbakar. Beberapa orang Tionghoa tewas di rumah mereka, sementara yang lainnya ditembak saat keluar dari rumah atau melakukan bunuh diri. Yang berhasil mencapai kanal dibunuh oleh pasukan Belanda yang menunggu di perahu kecil, sementara pasukan Belanda lainnya mondar-mandir di antara rumah-rumah yang sedang terbakar, mencari dan membunuh orang Tionghoa yang masih hidup. Tindakan ini kemudian tersebar di seluruh kota Batavia. Menurut Vermeulen, sebagian besar pelaku merupakan pelaut dan unsur masyarakat lain yang "tidak tetap ataupun baik." Dalam periode ini ada banyak penjarahan dan penyitaan properti